Adab Jawa Ketika Meminta Ijin

Banyak yang menyangka bahwa budaya Jawa itu ribet sehingga belum-belum sudah senewen. Padahal kuncinya hanya cobalah menempatkan kejadian itu pada diri sendiri. Kemungkinan hasilnya sama, yaitu jika kita tidak nyaman mendapat perlakukan demikian, berarti kita jangan seperti itu kepada orang lain. Seringkali kita hanya memikirkan  kemudahan bagi sendiri, tanpa mau tahu bagaimana perasaan orang lain.

Adab Jawa Ketika Meminta Ijin


Meminta ijin itu sangat penting dalam budaya Jawa karena didalamnya mengandung penghormatan dan teritori.

Penghormatan. Sebenarnya yang dituntut tidak berlebihan, melainkan menghormati keberadaan lawan bicara kita. Misalnya ketika sedang makan bersama, tiba-tiba tidak enak badan. Jangan langsung menghilang, tapi minta ijinlah untuk meninggalkan acara tersebut pada orang-orang yang kita kenal disana. Jika benar-benar tidak kuat, minimal minta ijin pada pengundang.  Misalnya lagi dirumah ada tamu kenalan keluarga. Kebetulan kita sedang ada pekerjaan. Jangan langsung nggak nongol sama sekali. Keluarlah sebentar, minta ijin untuk tidak bisa menemani ngobrol.

Teritori. Orang Jawa memandang penting kepimilikan, meskipun dalam prakteknya banyak yang kelihatan sabar haknya dilanggar. Itu karena pada dasarnya orang Jawa tidak suka konfrontasi. Tapi jika ingin punya hubungan yang baik dengan orang Jawa, persoalan teritori ini jadi yang utama. Jangan harap mendapatkan lebih dari senyum manis jika kita tak mampu menghargai teritori. Jika kita mampu menghargai teritori, orang Jawa akan memberikan lebih dari yang kita harapkan. Kecuali orang tersebut sangat pelit. Misalnya, ada acara kumpul teman lama di rumah. Meski bukan acara formal, minta ijin pada tetangga bahwa akan ada sedikit gangguan lalu lintas didepan rumah adalah salah satu upaya penting dalam menghargai teritori.

Baca juga: Tips Sukses Bertetangga Dengan Orang Jawa

Berikut adalah kalimat percakapan meminta ijin dalam bahasa Jawa krama (dengan orang tua atau yang dihormati dalam masyarakat) :
Nyuwun sewu, menopo dalem saged ngampil sapu? (Maaf, apakah saya bisa pinjam sapu?
Nyuwun sewu, suantenipun radi ngganggu. (Maaf, suaranya agak mengganggu.
Nyuwun sewu, dalem mboten saged dugi. (Maaf, saya tidak bisa datang.)
Berikut adalah kalimat percakapan meminta ijin dalama bahasa Jawa ngoko (dengan teman atau selevel):
Nyuwun sewu, aku ora iso teka. (Maaf, saya tidak bisa datang).

Nyuwun sewu, latarmu reget mergo godong wit pelemku. (Maaf, halamanmu kotor karena daun pohon manggaku.)
Nyuwun sewu, aku ngantuk, tak turu sik. (Maaf, saya mengantuk, mau tidur dulu.)
Tak usah takut salah dalam pengucapan, atau jika harus menggunakan bahasa campuran Indonesia dan Jawa, karena orang Jawa sangat menghargai niat dan memaklumi ketidaksempurnaan kita sebagai manusia. 

1 komentar:

  1. Orang jawa sangat menghargai sopan santun dan sikap. saling menjunjung tinggi rasa kekeluargaan :)

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.