Transformasi Sekaten

Di bulan Desember 2015 ini di Jogja sedang diselenggarakan Sekaten yang pelaksanaannya sudah bertransformasi dari tahun ke tahun.

Awalnya Sekaten dimaksudkan untuk memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW. Kata sekaten sendiri berasal dari syahadatain. Tradisi ini memang kental dengan ajaran Islam yang berasimilasi dengan budaya Jawa. Sunan Kalijaga mengusulkan peringatan tersebut dirayakan dengan gamelan yang diberi nama Kyai Sekati. Gamelan tersebut menarik perhatian orang untuk datang ke mesjid karena gamelan diletakkan disana. Keramaian itu dimanfaatkan untuk syiar Islam.

Acara utama sekaten sendiri dilaksanakan dari tanggal 6 Maulud berupa sekaten sepisan dan diakhiri dengan grebeg dapa tanggal 12 Maulud. Pada hari grebeg itu dikeluarkanlah gunungan sesaji untuk dibagikan ke masyarakat. Yang terakhir ini tentu bukan ajaran Islam, melainkan budaya Jawa.
Kerumunan atau keramaian membawa dampak yang baik bagi perdagangan. Masyarakat sekitar menggelar berbagai dagangan khas untuk dinikmati pengunjung. Ditengah gaya hidup masyarakat yang makin praktis, dagangan-dagangan tersebut perlahan menghilang, berganti dengan barang-baran yang umum dibutuhkan seperti baju, sandal, tas dan sejenisnya.

Dengan alasan perdagangan pula, waktu penyelenggaraan sekaten jadi sangat lama. 

Sekaten bukan lagi merujuk ke acara inti tapi juga keseluruhan pasar murah atau pasar malam. Aneka seni budaya yang dulu diberi panggung khusus, sekarang jauh berkurang. Dahulu tiap sekolah, dari mulai Taman Kanak-kanak mendapat giliran tampil selama 42 hari masa penyelenggaraan. Lambat laun kegiatan itu berkurang dan didominasi oleh kegiatan jual beli baju dan makanan.
Sekarang sudah sulit menemukan jajanan khas Jogja di sekaten. Malah kerak telor Betawi dapat dijumpai di beberapa tempat. Yang selalu hadir tentusaja sebangsa bolang-baling dan teman-temannya.

Tahun ini penyelenggaraannya dipersingkat menjadi sekitar 21 hari saja. 

Meski mengalami banyak perubahan, pasar rakyat sekaten masih digemari oleh masyarakat dan wisatawan. Pengunjung selalu padat setiap hari terutama malam karena di malam hari lebih bagus dilihat dengan adanya lampu warna-warni yang menghiasi arena bermain.
Selamat liburan! :))

1 komentar:

  1. Sekatenan ini jadi semacam PRJ kalau d jakarta ya?

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.