Kecenthok

Kecenthok adalah istilah yang digunakan ketika menghadapi kejadian yang membawa akibat tak menyenangkan.

kecenthok


Contoh, ketika tiba-tiba terbatuk-batuk padahal tidak sedang sakit flu.
"Kecenthok opo ta mau?" (Kena apa to tadi?)
"Kadosipun kecenthok es sirup wau, bu." (Sepertinya kena es sirup tadi, bu.)
Dalam percakapan itu, orang yang batuk-batuk itu tidak menyangka bahwa es sirup tersebut penyebabnya. Dia sedang dalam keadaan sehat dan meminumnya tanpa kekhawatiran apapun. Kesimpulan bahwa es siruplah penyebabnya juga hanya merupakan dugaan, tapi itulah yang dianggap paling mungkin.

Contoh penggunaan istilah kecenthok lainnya juga digunakan dalam pergaulan. 

Misalnya tiba-tiba seseorang marah dan mengurung diri di kamar.
"Mbakyumu kecenthok opo ta?" (Kakakmu kena apa sih?)
"Mboten ngertos, bu." (Tidak tahu, bu.)
"Mungkin omonganmu sing marakke lara ati." (Mungkin kata-katamu yang membuat sakit hati.)
"Ngapunten, bu, kula dereng panggih mbakyu ket dugi wau." (Maaf, bu, saya belum bertemu dengan kakak sejak datang tadi.)

Pada contoh kedua, kecenthok menunjukkan seseorang yang tersinggung terhadap ucapan seseorang. 

Kata-kata yang membuat tidak enak dihati itu memberikan efek terkejut sehingga antisipasi yang paling sering dilakukan adalah marah, ngambek, mogok dan sebagainya. 
Jadi lain kali ngobrol dengan pasangan harus hati-hati ya. Jangan bilang kalau si cantik sekarang agak berisi. Itu sama saja ngatain si dia sekarang gemuk. Kalau suasana hati sedang tidak baik bisa kecenthok dan ngambek loh.

Baca juga: Ketanggor

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.