Cara Memakai Keris

Memakai keris itu ada beberapa cara yang memiliki makna dan tanggung jawab.

cara makai keris
Foto adalah dokumentasi pribadi yang diambil di Tjokrosoeharto, Jogja.
Keris, meski bisa dimasukkan dalam kategori senjata tajam, adalah pelengkap busana Jawa bagi lak-laki. Karenanya, meski masih anak-anak, pelajar Jogja yang diwajibkan mengenakan busana Jawa gagrak tiap Kamis pahing juga memakai keris. Sebenarnya, keris tidak asal diselipkan di ikat pinggang atau sabuk. 
Baca juga: Keris Benda Budaya
Teman-teman bisa melihat gambar cara memakai keris yang benar diatas. Jika keterangannya kurang jelas, silakan baca dibawah ini.

KLABANG PINIPIT
  • Cara memakai keris yang benar menurut cara Jogjakarta.
  • Jika tengah gandar disebelah kiri tulang punggung disebut MANGKING, kurang pantas dipakai.
  • Jika warangka menyentuh sabuk disebut NETEP, kurang pantas dipakai karena dianggap berani dengan siapa saja.
NGEWAL
  • Dipakai oleh prajurit yang bersenjata pedang dan penari klana gagah gaya Yogya.
SATRIYA KEPLAYU LELE SINUNDUKAN
  • Kurang sopan dipakai karena dianggap akan mbalelo (memberontak).
  • Jika letak gandar keris di sebelah kanan tulang punggung yang disebut NGOGLENG juga kurang baik dikenakan karena dianggap sombong.
MUNYUK NGILO
  • Dipakai ketika bepergian oleh prajurit yang membawa bedil.
NGANGGAR
  • Dipakai ketika bepergian oleh para prajurit Daeng.
NYONTHE (A)
  • Dipakai waktu naik kuda atau kendaraan.
NYONTHE (B)
  • Biasa dipakai para ulama, resi dan pendeta.
Namanya ada yang unik ya, seperti munyuk ngilo yang kalau dalam bahasa Indonesia berarti monyet bercermin. Tapi begitulah budaya. Mengapa begitu? Saya cari sumbernya dulu, ya. Yuk kita sama-sama belajar budaya Jawa agar lestari.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.