[Paribasan] Kalah Ora Owah, Menang Ora Kondang

Dalam hidup, banyak pertempuran yang sebenarnya tidak perlu, kalah ora owah lan menang ora kondang. Kalah tidak rugi, menang juga tidak mendapat apa-apa.

Sayangnya, kadang kita tidak mau kalah meski untuk menang pun tidak ada alasannya. Gengsi manusia memang tinggi. Padahal untuk menang itu, banyak yang harus dikorbankan yaitu waktu, emosi, kadang juga uang.

ruang tamu vintage


Misalnya, ketika saya menjadi warga baru suatu lingkungan. Rumah saya tidak besar tapi memang pagarnya cukup rapat. Pagar tersebut dibuat cukup rapat karena trauma dengan perampok yang pernah menjebol pintu rumah lama kami padahal kami semua ada didalam rumah. Karena menyadari tamu akan kesulitan mengetuk pintu, saya membeli bel rumah seharga Rp 50.000,-.

Receiver bel tersebut ada didalam rumah. Dengan sistem nirkabel, saya dengan mudah memasangnya dibagian luar sebelah atas pagar yang bisa terlihat oleh tamu. Cara pemasangannya tinggal ditempelkan di dinding pagar saja, tak perlu dibor maupun dipaku.

Tak lebih dari 24 jam, bel tersebut hilang. Saya kesal bukan main karena sebelumnya warga sekitar mengatakan bahwa lingkungan tersebut sangat aman. Lebih kesal lagi karena baterai dibuang didepan pagar. Niatnya memang cuma membikin kesal saya, bukan untuk mencuri.

Apakah kemudian saya membeli bel baru? Tentu tidak! Enak saja saya harus keluar uang lagi setelah hanya tidak lebih dari 24 menikmati punya bel rumah. Akibatnya, banyak tamu yang kesulitan jika kerumah saya karena seringkali saya tidak mendengar, entah karena sedang didapur, tidur atau sedang dikamar mandi. Tamu jauh tidak masalah karena biasanya janjian dulu sehingga saya memang sudah siap menanti.

Tetangga mulai mengeluh jika akan kerumah saya karena mereka sering datang secara spontan seperti lumrahnya sebuah lingkungan perumahan. Akhirnya melalui group WA warga, saya umumnya no telepon rumah. Saya meminta tetangga menelpon rumah sebelum datang dengan alasan saya memiliki kekurangan pada pendengaran (ini memang benar akibat saya sering sakit beberapa waktu lalu meski nggak gitu-gitu amat hahaaa). Saya tidak mengarahkan ke ponsel karena kadang saya memang tidak dirumah, sedangkan anak-anak dirumah juga kadang tidak mendengar ada orang akan bertamu.

Jadi masalah selesai. Saya tidak perlu beli bel baru. Saya tidak perlu menyalahkan dan mengusut warga karena kecurian bel. Silaturahim juga lancar. 

Kadang, dengan mengikhlaskan hal-hal seperti ini membuat hidup kita bisa bergerak maju lebih cepat. Aamiin.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.